Kamis, 29 Oktober 2009

Belajar Sejarah di Benteng Pendem

8 komentar

Tak ada salahnya bila kita berwisata sambil belajar sejarah. Selain menyenangkan diri sendiri dengan berlibur, kita juga bisa menambah pengetahuan. Salah satu objek wisata sejarah yang bisa kunjungi adalah Benteng Pendem. Benteng Pendem ini memiliki nama Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap. Dinamakan seperti itu karena jika dilihat dari udara, Benteng Pendem ini terlihat seperti lidah. Disebut Benteng Pendem karena benteng ini terkubur di dalam tanah. Benteng Pendem terletak di Cilacap, Jawa Tengah. Lokasi benteng ini berada di dalam wilayah wisata pantai Teluk Penyu Cilacap.



Benteng Pendem merupakan benteng peninggalan Belanda. Benteng Pendem ini dibangun pada tahun 1861 sampai 1879 secara bertahap oleh Belanda. Yang menyedihkan, semua bangunan benteng dirancang oleh Belanda dan mempekerjakan orang Indonesia. Namun setelah benteng jadi, orang Indonesia yang membangun benteng ini dibunuh tanpa ada satupun yang tersisa. Benteng ini merupakan benteng pertahanan rahasia milik Belanda, karena itulah para pekerja Indonesia yang membangun benteng dibunuh setelah benteng selesai dibangun. Tidak boleh ada yang mengetahui keberadaan benteng ini kecuali tentara Belanda.
Benteng Pendem ini memiliki banyak ruang seperti barak, ruang amunisi, ruang penjara, ruang senjata, ruang akomodasi, klinik, benteng pertahanan, gudang senjata, dan benteng pengintai. Selain itu terdapat pula terowongan di Benteng Pendem ini yang konon kabarnya tembus hingga Pulau Nusakambangan.





Pada masa penjajahan Belanda, bagian atas benteng ini sengaja ditutup dengan tanah agar tidak terlihat oleh tentara Indonesia. Namun setelah Jepang menjajah Indonesia, Belanda kembali datang ke benteng ini untuk mengambil meriam dan amunisi lalu mengubur benteng ini.
Hingga saat ini baru sekitar 102 ruangan atau 60% dari Benteng Pendem ini yang telah diketahui sedangkan 40% lainnya masih terkubur.





Di dalam Benteng Pendem ini, kita akan terbawa dengan suasana benteng yang tenang dan jauh dari keramaian. Pertama masuk ke dalam benteng ini, kita akan menemukan sebuah parit besar dengan kedalaman hingga 3 meter yang digunakan oleh Belanda sebagai penghalau agar tidak sembarang orang masuk ke dalam benteng. Kemudian kita akan menemukan ruang barak.



Suasana yang dalam benteng yang cukup tenang, membuat benteng terlihat angker nan kokoh. Berjalan-jalan di dalam Benteng Pendem ini cukup melelahkan karena tempatnya yang luas. Namun dalam lingkungan benteng ini, kita tak hanya melihat benteng saja. Ada rusa-rusa jinak yang di lepas dalam lingkungan benteng. Selain itu ada beberapa pondok untuk beristirahat pengunjung dan taman bermain kecil.
Puas berkeliling benteng, kita dapat berbelanja oleh-oleh di dekat pintu keluar benteng. Ada kerajinan hasil laut dan kaos-kaos yang ditawarkan.

Read More..

Menikmati Samudra di Pantai Batu Hiu

4 komentar

Pantai bisa menjadi tempat untuk bersantai melepas kepenatan. Bermain bersama keluarga atau hanya sekedar duduk di pantai sambil menikmati angin laut bisa menjadi pilihan berlibur santai anda. Bicara soal pantai, hampir setiap orang ingat dengan Pangandaran. Tetapi tidak hanya Pangandaran yang memiliki pantai yang indah. Sekitar 14 km dari Pangandaran, kita akan menemukan sebuah pantai yang tak kalah indah, Pantai Batu Hiu.



Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.


Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bikit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati dengan ubur-ubur yang banyak berserakan di pasir pantai ya.



Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh seusai menikmati panorama Pantai Batu Hiu. Kita bisa menemukan pedagang asesoris dari hasil laut di sini. Ada juga yang menjual keong laut untuk dipelihara.

Read More..

Selasa, 28 Juli 2009

Jalan-jalan Santai di Malioboro

1 komentar

Berbicara tentang Yogya, pasti kita teringat dengan julukan untuk Yogya ini. Ya, kota pelajar. Yogya memang memiliki bayak perguruan tinggi dan mahasiswa di Yogya pun banyak kita temui. Namun, tidak hanya perguruan tinggi saja, di Yogya kita juga dapat menemukan tempat-tempat wisata.
Jika berbicara tempat wisata Yogya, pasti teringat Malioboro. Ya, Malioboro memang telah menjadi icon Yogyakarta. Malioboro merupakan nama sebuah jalan dan terletak di dekat Stasiun Tugu. Malioboro sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “karangan bunga”.



Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Yogya tidak mengunjungi Malioboro. Malioboro memang sebuah jalan, tapi di sepanjang jalan ini anda bisa melihat dan memborong cenderamata khas Yogya yang dijual di sepanjang jalan ini. Ya, di bahu jalan sepanjang jalan Malioboro penuh dengan penjual yang menggelar dagangan berupa cenderamata khas Yogya sepert kaos, miniatur candi Borobudur dan Prambanan, gantungan kunci, tas, batik, dompet, dan sebagainya. Anda juga dapat berbelanja perak bakar di sini. Cenderamata ini dijual dengan harga yang terjangkau.




Berbelanja cenderamata di Malioboro ini memang menyenangkan. Selain cenderamata yang beranekaragam, kita juga bisa menawar harga cenderamata. Tak perlu ragu untuk menawar harga barang di sini. Sedikit tips untuk anda, agar mendapat harga yang lebih murah, tawarlah dengan menggunakan bahasa Jawa.
Jika anda ingin ke pusat Dagadu dari Malioboro, tak perlu bingung. Anda dapat menggunakan becak atau andong untuk sampai ke pusat Dagadu. Cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 3.000,00 anda bisa ke pusat Dagadu atau pusat oleh-oleh bakpia.
Tak hanya cenderamata yang ada di Malioboro. Malioboro juga ramai dengan toko-toko dan hotel. Toko-toko seperti toko pakaian, batik, kain, dan makanan juga dapat anda temui di sini. Begitu pula dengan hotel, mulai dari hotel biasa hingga hotel bintang lima juga dapat anda temui di sekitar jalan Malioboro.
Tak hanya jalan di sepanjang Malioboro untuk berbelanja cenderamata. Di ujung jalan Malioboro anda dapat berwisata sejarah di Benteng Vredeburg dan Gedung Agung. Benteng Vredeburg dulunya merupakan benteng pertahanan bagi klolonial Belanda dari tentara Keraton. Sedangkan Gedung Agung sempat menjadi Istana Negara saat pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan sementara ke Yogyakarta.
Tak hanya siang hari saja anda dapat menikmati Malioboro, pada malam hari lapak lesehan dapat anda temui di sini. Makanan khas Yogya, gudeg, dapat anda nikmati di sini. Makanan lain seperti pecel lele, sate, dan lainnya juga dapat anda temui di sini. Beberapa angkringan pun ikut meramaikan suasana malam di Malioboro.

Pasar Beringharjo
Di Malioboro ini, kita juga dapat mengunjungi pasar Beringharjo yang juga terletak di jalan Malioboro. Pasar Beringharjo merupakan pasar terlengkap di Yogyakarta. Di pasar Beringharjo ini kita dapat mendapatkan batik dengan koleksi terlengkap. Selain itu, aneka macam jajanan juga tersedia di sini, seperti brem, krasikan, dan bakpia. Tidak hanya itu, aneka rempah-rempah bahan dasar jamu juga dapat kita temui di pasar Beringharjo ini.



Selain itu, di pasar Beringharjo ini kita juga dapat berburu barang antik seperti uang logam kuno, mesin ketik kuno, dan perabotan kuno. Bagi anda penggemar musik jaman dulu, anda juga dapat mencari kaset keluaran jaman dulu di sekitar pasar Beringharjo ini. Selain itu kerajinan logam patung Budha juga dapat kita temui di pasar Beringharjo ini.

Untuk mencapai Malioboro dan pasar Beringharjo, sangatlah mudah. Anda bisa mengendarai kendaraan pribadi anda ataupun dengan kendaraan umum. Jika anda dari stasiun Tugu, cukup dengan berjalan kaki anda sudah bisa mencapai Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Bis Trans Jogja juga melalui Jalan Malioboro ini, jadi anda bisa bisa naik Trans Jogja dengan jalur 1A, 2A, atau 3A dan turun di halte Malioboro. Selamat berwisata!

Read More..

Jumat, 05 Juni 2009

Belajar Budaya di Kampung Seni dan Wisata Manglayang

17 komentar



Berlibur megunjungi tempat wisata tak hanya sekedar hura-hura. Dengan mengunjungi tempat wisata, kita bisa menambah pengetahuan kita sendiri. Di Kampung Seni dan Wisata Mangalyang, kita bisa berwisata dan menambah pengetahuan kita tentang kesenian dan kebudayaan asli Manglayang.

Kampung Seni dan Manglayang terletak di Jalan Cijambe, Cinunuk, Cileunyi, Bandung. Kampung Seni dan Manglayang ini sendiri dirintis oleh Kawi dan istrinya sejak tahun 2005. Pada 29 Agustus 2007 lalu, Kampung Seni ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat sebagai sarana wisata budaya.


Lahan seluas 1,8 hektar ini dibangun menjadi sebuah tempat wisata budaya secara pribadi oleh Kawi dan dibangun untuk kepentingan budaya secara umum. Menurut Kawi, Kampung Seni dan Manglayang ini dibangun karena ada kegelisahan Kawi terhadap kebudayaan barat yang terus berkembang di Indonesia sedangkan kebudayaan asli Indonesia yang semakin lama semakin hilang. “Biar anak-anak juga akrab dengan budaya mereka sendiri”, ujar Kawi.

Pakalang Umbul : Tempat pertunjukan tari

Di Kampung Seni ini, pengunjung bisa bermain aneka permainan anak-anak seperti enggrang, gasing kayu, congklak, dan bebentengan. Pengunjung juga dapat berlatih keterampilan dan kebudayaan Manglayang. Selain itu, di Kampung Seni dan Wisata Manglayang, menyediakan beberapa saung. Saung-saung ini seperti saung ruing untuk tempat berkumpul dan mengobrol, saung pintunan sebagai tempat pertunjukkan dan saung kerajinan sebagai tempat penyimpanan dan memerkan hasil kerajinan.

Saung Lesung

Topeng Hasil Kerajinan

Menurut Kawi, Kampung Seni dan Wisata Manglayang ini dibangun dengan konsep desa wisata. Kampung Seni dan Wisata Manglayang sendiri dibagi menjadi empat bagian. Pada bagian atas mencerminkan seni religi dan budaya agraris, sesuai dengan budaya Manglayang. Bagian tengah merupakan bagian kesenian sebagai tempat pertunjukkan, tempat berlatih, dan menerima tamu. Pada bagian depan bawah merupakan arena bermain anak. Bagian samping atau sawah merupakan budaya alam. Pada perkembangan ke depan, pengunjung akan diajak untuk belajar menanam padi dan membajak sawah di kawasan budaya alam mini.

Saung Kesenian

Secara rutin, Kampung Seni dan Wisata Manglayang juga menampilkan pertunjukkan setiap Malam Minggu atau Sabtu malam. Pertunjukkan tersebut seperti wayang golek, benjang, dan ketuk tilu. Setiap tanggal 29 Agustus, Kampung Seni dan Wisata Manglayang mengadakan upacara pelumbungan padi sebagai ungkapan rasa syukur dan pesta panen. Pada upacara ini terdapat beberapa pertunjukkan seperti wayang golek dan benjang.

Untuk masuk ke sini, anda tidak perlu merogoh kocek anda alias gratis. Namun untuk rombongan dari suatu instansi akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1.500.000,00 per rombongan dengan jumlah peserta tak terbatas.

Berkunjung ke Kampung Seni dan Wisata Manglayang ini tidak hanya mendapatkan suasana desa yang asri dan teduh. Di sini, kita juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan mengenai seni dan kebudayaan asli Manglayang. “Itu yang kita inginkan. Pengunjung datang ke sini dan mereka pulang dengan membawa sesuatu yaitu ilmu dan pengetahuan tentang budaya kita”, ujar Kawi.

Read More..

Kamis, 04 Juni 2009

Belum Belanja, Belum ke Bandung Namanya!

21 komentar

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Bandung belum menikmati wisata belanja di sana. Ya, selain objek wisata yang banyak ditemui di Bandung, Bandung merupakan surga bagi penggemar baju, sepatu, dan makanan!

factory outlets

Jika anda ingin mendapatkan baju berkualitas dengan harga terjangkau, anda tak perlu ragu untuk melangkahkan kaki anda ke factory outlet yang tersebar di Bandung. Beberapa di antaranya dapat anda jumpai di Jalan Djuanda, Jalan Setiabudhi, atau sekitar Jalan Riau Bandung. Belum puas berbelanja di situ? Anda dapat mengunjungi Gedebage. Ya, di Gedebage ini anda bisa mendapatkan baju impor dengan harga murah meriah, mulai dari Rp 5.000 sampai ratusan ribu rupiah. Jika anda beruntung, anda bisa mendapatkan baju, sepatu, atau tas dengan merek ternama dunia. Walaupun tempatnya agak kumuh, tak mempengaruhi kualitas barang yang didagangkan. Baju-baju disini bisa dibilang selalu up to date dengan trend yang sedang menjamur, makanya banyak warga Bandung sendiri yang sering berbelanja disini. Dan jangan lupa, pilih barang dengan teliti agar tidak mengecewakan anda jikalau ada cacat pada baju atau tas yang anda pilih.


Baju-baju koleksi Gd.Bage

Suasana di Gd.Bage

Selain Gedebage, kita juga dapat mengunjungi pusat sepatu di Jalan Cibaduyut, Bandung. Di sini, anda bisa memperoleh sepatu produk lokal yang tak kalah dengan sepatu merek luar negeri. Tak hanya sepatu, di sini anda juga bisa mendapatkan tas dan boneka lucu produk lokal. Harga barang di sini pun cukup terjangkau. Tas produk lokal bisa anda dapatkan dengan harga Rp 40.000 sampai Rp 100.000 sedangkan tas import bisa anda dapatkan dengan harga Rp 90.000 sampai Rp 200.000. Sepatu produk lokal di Cibaduyut ini juga bisa anda dapatkan dengan harga Rp 40.000 sampai Rp 200.000. Tak hanya itu, di sini juga menyediakan sepatu kulit asli. Sepatu kulit untuk pria dibandrol dengan harga Rp 250.000 sampai Rp 425.000.



Koleksi Sepatu dan Tas di Cibaduyut

Cibaduyut memang pilihan tepat bagi anda yang gemar mengoleksi sepatu. Di sini tersedia berbagai jenis sepatu. Anda tak perlu ragu untuk membeli sepatu di Cibaduyut ini karena beberapa sepatu lokal ini sudah ada yang diekspor ke luar negeri.



Berbeda dengan yang lain, wisata belanja yang ditwarkan Cihampelas walk memiliki atmosfer yang berbeda. Atmosfer yang berbeda tersebut akan kita dapatkan sejak kita memasuki pintu masuk. Mall dengan konsep baru ini memang dibangun di area terbuka. Cihampelas Walk berada di area belanja busana (tepatnya pusat toko jeans) jalan Cihampelas Bandung yang sejak lama telah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata baik lokal maupun mancanegara.

Dari Cihampelas Walk, hiruk pikuk suasana jalan Cihampelas yang berbaur antara deretan toko dan kemacetan kendaraan, tak akan terasa. Di dalam kawasan yang berbeda, cantik dan bersih ini pengunjung akan lebih nyaman untuk berbelanja. Dengan kondisi demikian, Cihampelas Walk tidak semata-mata menjadi pusat belanja akan tetapi dapat juga menjadi tempat wisata. Sebagai penunjangnya, Cihampelas Walk juga dilengkapi dengan lahan parkir yang cukup luas yang dapat menampung kurang lebih 800 kendaraan. Untuk para wisatawan, disediakan pula lahan parkir khusus untuk bus pariwisata yang dapat menampung kurang lebih sebanyak 8 buah bus.



Cihampelas Walk atau CiWalk telah menjelma bukan hanya sebagai tempat berbelanja (retailing) atau tempat makan (restaurant dan food court), namun juga sebagai tempat Entertainment yang nyaman. Kesegaran udara dan suasana yang asri serta didukung oleh tata letak yang rapi telah membuat Cihampelas Walk ramai dikunjungi pengunjung baik dari daerah Bandung sendiri ataupun dari luar Bandung. Sebagai salah satu ikon pariwisata, Cihampelas Walk juga turut membantu untuk menjadikan Kota Bandung sebagai Kota Pariwisata. Nah, berhubung Ciwalk ini merupakan pilihan wisata belanja kelasnya beberapa tingkat di atas Cibaduyut maupun Gedebage, maka sudah barang tentu harga-harga yang ditawarkan pun jauh berbeda. Disini, bagi anda yang berkantong tebal tentu tak menjadi masalah.

Tak hanya sepatu dan baju, Bandung juga terkenal dengan brownies nya. Yah, panganan legit ini memang sudah menjadi oleh-oleh wajib dari kota Bandung. Salah satunya adalah Brownies Kukus Amanda. Kue yang resep awalnya dibuat oleh Ibu Sumiwiludjeng ini menjadi populer karena rasanya yang mampu membuat siapa pun jatuh cinta. Bolu cokelat ini diberi nama brownies kukus karena teksturnya yang mirip kue brownies. Perbedaannya dari kue-kue bolu biasa, terletak pada tengah-tengah kue yang diberi lapisan cokelat lezat yang memikat. Selain itu, adonan kue yang pas membuat Brownies Kukus Amanda menjadi tiada duanya.

Brownies Amanda dengan berbagai topping

Saking larisnya, kini Brownies Kukus Amanda semakin berinovasi dengan kue andalannya ini. Topping aneka rasa telah berhasil menjadi pilihan-pilihan favorit penyukanya. Terdapat pilihan rasa cheese cream, blueberry, tiramisu, dan choco marble sebagai topping. Karena hanya topping, maka Anda tidak akan kehilangan rasa brownies original yang terdapat di bagian bawah.



Di Bandung, Anda dapat dengan mudah menemukan Brownies Kukus Amanda, karena di pinggir jalan kota Bandung banyak pedagang yang menjajakannya. Tapi lebih baik, Anda langsung membeli di gerai resmi Amanda, karena rasa dan kualitas lebih terjaga. Harganya pun akan lebih murah jika membelinya di gerai resmi Amanda, yakni sekitar Rp19.500,00 sampai dengan Rp29.500,00 per loyang. Gerai-gerai resmi Amanda terletak di Jalan Lodaya No. 8, Jalan Purwakarta, dan Jalan Dr Otten. Sedangkan, pusatnya berada di JaIan Rancabolang No 29, Margahayu, Bandung.

Selain menjual kue brownies unggulan Bandung tersebut, gerai Amanda juga menjual bermacam-macam kue-kue kering maupun basah yang tak kalah enaknya. Nama Amanda yang berarti Anak Mantu Damai ini juga berhasil menjadi trade mark standar panganan enak di kota Bandung.

Read More..

Pesona Perahu Terbalik di Tangkuban Perahu

8 komentar



Siapa yang tak tahu legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi? Legenda percintaan ibu dan anak yang berujung malapetaka ini akan selalu menjadi trade mark cerita rakyat Jawa Barat, karena cerita tersebut konon katanya merupakan asal mula dari Gunung Tangkuban Perahu. Anda pasti taka asing lagi kan dengan gunung yang satu ini? Karena tak afdol rasanya jika sudah jauh-jauh ke Bandung, tapi tak mampir ke wisata alam yang satu ini!

Gunung setinggi 2.048 meter di atas permukaan laut ini memang meyimpan sejuta pesona yang tak kalah dengan gunung-gunung berapi lainnya di Indonesia. Dinamakan Tangkuban Perahu karena bentuknya yang mirip perahu terbalik. Kata ‘tangkuban’ berarti ‘terbalik’ dalam bahasa Sunda. Lokasi Tangkuban Perahu ini sendiri yakni sejauh ± 30 km dari Kota Bandung, terletak di desa Cikole yang sejuk dan asri. Memasuki kawasan Tangkuban Perahu, anda akan disambut dengan hamparan hutan yang anda dapat menikmati udara yang sejuk. Dari atas Tangkuban Perahu, anda akan mendapatkan pemandangan Kota Bandung yang indah.




Menurut sejarah, gunung ini pernah meletus pada tahun 1910 sehingga tercipta sebuah kawah yang mengepulkan asap belerang. Ada beberapa kawah yang menawarkan keindahan, yaitu Kawah Ratu, Kawah Upas, Kawah Lanang, Kawah Baru, Kawah Ecoma, Kawah Jurig, Kawah Siluman, Kawah Domas, Kawah Jarian, dan Paguyangan Badak. Tetapi, yang paling banyak dikunjungi wisatawan yaitu Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Upas.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di gunung ini, bentuknya seperti mangkuk raksasa yang besar dan dalam. Saat cuaca cerah, kita pun dapat melihat dinding dan dasar dari Kawah Ratu. Kawah Upas, yang jaraknya sekitar ± 1,5 km dari Kawah Ratu memiliki bentuk yang datar dan cukup dangkal sehingga ditumbuhi pepohonan liar di salah satu sisi dasarnya. Lain lagi dengan Kawah Domas, kawah yang satu ini bentuknya berupa cekungan yang mengeluarkan sumber air panas. Di sumber air panas itu, anda dapat membasuh bagian-bagian tubuhand, karena kandungan belerangnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Anda juga bisa merebus telur lho di sumber air panas ini, cukup dengan merendam telur yang anda bawa selama 10 menit, maka anda sudah bisa menikmati “telur rebus made in Tangkuban Perahu”. Jalan menuju kawah-kawah ini tidak terlalu sulit, karena sudah tersedia jalan setapak antara satu kawah dengan kawah lainnya. Selain itu anda juga dapat menikmati pemandangan kebun teh yang asri di lereng Gunung Tangkuban Perahu.

Kawah Ratu

Keistimewaan lain yang dapat anda nikmati yaitu saat anda berjalan-jalan meniti kawah demi kawah, anda dapat berbelanja berbagai pernak-pernik khas Tangkuban Perahu sebagai oleh-oleh, ada boneka, kaos, serbuk belerang, pernak-pernik dari batu, kalung, gelang, pohon bonsai atau bahkan alat musik angklung. Ada juga pedagang makanan, seperti ketan bakar dan buah strawberry yang dapat menemani anda menikmati keindahan kawah. Atau jika anda malas berjalan kaki, anda bisa menyewa kuda untuk anda tunggangi. Harga yang harus dibayar, anda bisa bernegosiasi sendiri dengan sang empunya kuda karena tergantung sejauh mana anda ingin menunggangi kuda.

Akses untuk menuju Tangkuban Perahu, tidak terlalu sulit, dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika anda datang dengan kendaraan umum, maka dari Kota Bandung, anda tinggal naik angkot yang menuju Terminal Ledeng, selanjutnya disambung dengan angkot jurusan Pasar Lembang. Turun di Pasar Lembang, lalu disambung dengan angkot jurusan desa Cikole. Angkot Cikole ini hanya akan mengantarkan anda hingga gerbang depan kawasan Tangkuban Perahu. Dari situ, ada angkutan yang akan membawa anda langsung ke bibir kawah! Masalah ongkos angkutan, biasa langsung dinegosiasikan dengan si supir, tetapi rata-rata anda akan dikenai Rp 15.000 – Rp 30.000 per orang. Eits..eits..sebelumnya anda juga akan dikenai biaya Rp 8.000 untuk ongkos masuk Tangkuban Perahu. Mulai dari situ, anda bisa langsung menikmati panorama indah yang ditawarkan alam pasundan.

Sumber : http://www.wisatamelayu.com/

Read More..

Menikmati Alam di Kawah Putih

14 komentar



Berwisata sambil mengagumi keindahan alam memang menyenangkan. Bandung tidak hanya menwarkan wisata belanja semata. Wisata alam eksotiknya pegunungan pun ditawarkan Bandung. Salah satunya adalah Kawah Putih, Ciwidey.

Kawah Putih merupakan danau kawah dari Gunung Patuha. Kawah Putih ini memiliki ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari Soreang.


Pemandangan di Kawah Putih dan airnya yang berwarna hijau kebiru-biruan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kawah Putih. Tak heran jika banyak orang yang banyak mengunjungi objek wisata yang satu ini, meskipun hawa di Kawah Putih ini dingin dan bau belerang yang cukup menyengat.


Pemandangan alam yang indah di Kawah Putih ini membuat pengunjung betah untuk menikmati suasana di sini. Suasana sejuk dan pemandangan alam yang indah, membuat suasana seperti ini sayang untuk tidak diabadikan. Karena itu, jangan lupakan kamera anda jika anda hendak berkunjung ke Kawah Putih.

Kawah Putih ini dikelilingi dengan dinding bukit yang terjal dan di bagian lainnya agak landai seperti pantai. Di bagian laindai inilah, kita dapat berjalan dan menyentuh air kawahnya. Air kawah yang berwarna hijau kebiru-biruan ini memiliki keunikan tersendiri. Warna air kawahnya bisa berubah-berubah tergantung pada kandungan mineral saat itu.

Kawah Putih dapat dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika anda naik angkutan umum, maka anda harus ke terminal Leuwi Panjang terlebih dahulu. Dari terminal Leuwi Panjang, anda bisa naik bus atau kendaraan umum L300 ke Ciwidey. Setelah naik bus atau kendaraan L300, anda bisa naik angkutan pedesaan tujuan Situ Patengan ke pintu gerbang objek wisata Kawah Putih. Dari pintu gerbang, kita masih harus melewati jalan menanjak sepanjang 5 km untuk benar-benar sampai di Kawah Putih ini.

Sumber:
http://www.pbase.com/archiaston/kwah_putih
http://atikofianti.wordpress.com/2007/09/28/travelling-kawah-putih-ciwidey/
http://sieztha.wordpress.com/2006/12/05/kawah-putih-ciwidey-jawa-barat/

Read More..

Selasa, 02 Juni 2009

Menikmati Sejarah dan Arsitektur Gedung Sate

11 komentar


Tempat yang anda wajib kunjungi apabila anda mengunjungi Kota Bandung, tentu saja adalah ikon dari kota kembang ini! Gedung Sate, siapa pun pasti tahu tempat bersejarah yang terletak di pusat Kota Bandung ini. Gedung Sate yang juga menjadi kantor pemerintahan Gubernur Jawa Barat memiliki daya tarik tersendiri sehingga hampir semua wisatawan yang datang ke Kota Bandung dipastikan berpose di depan gedung ini. Pesona Gedung Sate memang terlalu sayang apabila dilewatkan, karena selain indah, gedung ini merupakan salah satu bangunan top arsitektur Indonesia. Selain itu, daya tarik sejarah yang terekam di setiap sudut gedung itu bisa menjadi suatu pengalaman wisata sejarah bagi siapa saja yang masuk ke dalamnya.


Dahulu, Gedung Sate dirancang oleh arsitek Belanda Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients), dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari: Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dari Genie Militair, Ir. E.H. De Roo dan Ir. G. Hendriks yang mewakili Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Nona Johanna Catherina Coops, putri sulung Walikota Bandung B. Coops yang didampingi Nona Petronella Roeslofsen yang mewakili Gubernur Jenderal di Batavia pada tanggal 27 Juli 1920.

Bangunan yang selesai dibangun pada 1942 ini dinamakan Gedung Sate karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya. Mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia, Gedung Sate dinilai memiliki rancangan yang beda dari yang lain pada zamannya. Misalnya saja, pada bagian tengah terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda yang jarang dijumpai pada bangunan lain ketika itu. Seperti gedung-gedung lain yang dibangun pada masa itu, Gedung Sate juga memiliki sifat-sifat simetris, dimana sayap kiri dan sayap kanan Gedung Sate sama persis. Ornamen-ornamen yang menghiasi gedung ini juga sangat berciri era Renaissance Italia yang terlihat pada lengkung-lengkungnya yang teratur dan berulang-ulang, jendela-jendela berukuran besar, serta atapnya yang menjulang tinggi.

Ruang depan

Memasuki Gedung Sate dari pintu utamanya, anda akan disambut oleh seperangkat alat musik gamelan Sunda yang tertata apik di depan ruangan yang biasa digunakan untuk menerima tamu kenegaraan. Sayap kanan dan kiri Gedung Sate yang sama persis dibiarkan kosong, hanya pada saat acara tertentu saja, arena tersebut digunakan. Di lantai dua, terdapat ruang kantor Gubernur Jawa Barat beserta wakilnya dan juga ruang sekretaris pribadi gubernur.

Ruangan di sayap kiri Gd. Sate

Ruangan Gubernur

Gedung yang sehari-harinya digunakan sebagai kantor pemerintahan ini lebih terlihat seperti museum daripada kantor. Di beberapa dindingnya, terpajang lukisan-lukisan kuno, seperti lukisan Gedung Sate zaman dulu, lukisan Sultan Agung Tirtayasa, dan lainnya. Di lantai tiga, ada sebuah museum mini yang berisikan benda-benda tua yang dulunya terpajang di Gedung Sate, juga ada foto-foto para pejabat tinggi zaman dulu dan foto para pendiri Gedung Sate. Suasana dalam museum tersebut cukup lembab dengan cahaya yang temaram karena jarang dikunjungi. Museum ini biasanya hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu kenegaraan. Naik ke tingkat selanjutnya, kita diajak untuk melihat pemandangan kota Bandung dari teras terbuka di lantai empat. Dari sini kita bisa melihat hamparan kota Bandung dan segala bangunan yang berdiri di sekeliling Gedung Sate, termasuk Monumen Perjuangan yang tepat berdiri di seberang lapangan Gasibu depan Gedung Sate. Dahulu, ketika pemerintahan berada di tangan Belanda, semua bangunan tinggi di Kota Bandung tidak diizinkan melebihi tinggi menara Gedung Sate.

Museum

Pemandangan dari puncak Gd. Sate

Di puncak menara Gedung Sate, terdapat sebuah ruangan kaca yang biasa digunakan untuk menjamu tamu kenegaraan. Berada di ruangan ini, mata kita juga dimanjakan dengan pemandangan kota Bandung. Di dalamnya, selain terdapat kursi-kursi, juga terdapat bel tua yang dulunya diletakkan di halaman Gedung Sate. Dulu, saat akan terjadi perang, maka bel ini akan dibunyikan untuk memberi tanda bagi warga di penjuru kota. Tetapi, sekarang bel tersebut hanya dibunyikan setiap tanggal 10 November untuk memperingati hari pahlawan.

Ruangan di puncak Gedung Sate

Gedung Sate memang tidak dibuka untuk umum, tetapi jika anda ingin menikmati pengalaman berkeliling Gedung Sate, anda bisa saja datang pada hari libur karena pada hari biasa, anda hanya akan menjumpai aktivitas kantor pemerintahan. Karena tidak dibuka untuk umum, maka jika anada ingin masuk ke dalamnya, anda tinggal meminta izin pada petugas keamanan atau humas yang bertugas. Biasanya, petuhas keamanan akan bersedia mengantarkan anda berkeliling Gedung Sate hingga ke menara puncaknya. Petugas tersebut juga akan menceritakan pada anda seluk beluk Gedung Sate. Penasaran untuk menjelajah Gedung Sate sendiri? Atau penasaran dengan sejarah Gedung yang menjadi ikon Kota Kembang ini? Maka telusuri sendiri setiap sudut Gedung Sate ketika anda mengunjungi Kota Bandung dan rasakan pengalaman wisata sejarah yang tak terlupakan!

Read More..