Kamis, 29 Oktober 2009

Belajar Sejarah di Benteng Pendem

8 komentar

Tak ada salahnya bila kita berwisata sambil belajar sejarah. Selain menyenangkan diri sendiri dengan berlibur, kita juga bisa menambah pengetahuan. Salah satu objek wisata sejarah yang bisa kunjungi adalah Benteng Pendem. Benteng Pendem ini memiliki nama Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap. Dinamakan seperti itu karena jika dilihat dari udara, Benteng Pendem ini terlihat seperti lidah. Disebut Benteng Pendem karena benteng ini terkubur di dalam tanah. Benteng Pendem terletak di Cilacap, Jawa Tengah. Lokasi benteng ini berada di dalam wilayah wisata pantai Teluk Penyu Cilacap.



Benteng Pendem merupakan benteng peninggalan Belanda. Benteng Pendem ini dibangun pada tahun 1861 sampai 1879 secara bertahap oleh Belanda. Yang menyedihkan, semua bangunan benteng dirancang oleh Belanda dan mempekerjakan orang Indonesia. Namun setelah benteng jadi, orang Indonesia yang membangun benteng ini dibunuh tanpa ada satupun yang tersisa. Benteng ini merupakan benteng pertahanan rahasia milik Belanda, karena itulah para pekerja Indonesia yang membangun benteng dibunuh setelah benteng selesai dibangun. Tidak boleh ada yang mengetahui keberadaan benteng ini kecuali tentara Belanda.
Benteng Pendem ini memiliki banyak ruang seperti barak, ruang amunisi, ruang penjara, ruang senjata, ruang akomodasi, klinik, benteng pertahanan, gudang senjata, dan benteng pengintai. Selain itu terdapat pula terowongan di Benteng Pendem ini yang konon kabarnya tembus hingga Pulau Nusakambangan.





Pada masa penjajahan Belanda, bagian atas benteng ini sengaja ditutup dengan tanah agar tidak terlihat oleh tentara Indonesia. Namun setelah Jepang menjajah Indonesia, Belanda kembali datang ke benteng ini untuk mengambil meriam dan amunisi lalu mengubur benteng ini.
Hingga saat ini baru sekitar 102 ruangan atau 60% dari Benteng Pendem ini yang telah diketahui sedangkan 40% lainnya masih terkubur.





Di dalam Benteng Pendem ini, kita akan terbawa dengan suasana benteng yang tenang dan jauh dari keramaian. Pertama masuk ke dalam benteng ini, kita akan menemukan sebuah parit besar dengan kedalaman hingga 3 meter yang digunakan oleh Belanda sebagai penghalau agar tidak sembarang orang masuk ke dalam benteng. Kemudian kita akan menemukan ruang barak.



Suasana yang dalam benteng yang cukup tenang, membuat benteng terlihat angker nan kokoh. Berjalan-jalan di dalam Benteng Pendem ini cukup melelahkan karena tempatnya yang luas. Namun dalam lingkungan benteng ini, kita tak hanya melihat benteng saja. Ada rusa-rusa jinak yang di lepas dalam lingkungan benteng. Selain itu ada beberapa pondok untuk beristirahat pengunjung dan taman bermain kecil.
Puas berkeliling benteng, kita dapat berbelanja oleh-oleh di dekat pintu keluar benteng. Ada kerajinan hasil laut dan kaos-kaos yang ditawarkan.

Read More..

Menikmati Samudra di Pantai Batu Hiu

4 komentar

Pantai bisa menjadi tempat untuk bersantai melepas kepenatan. Bermain bersama keluarga atau hanya sekedar duduk di pantai sambil menikmati angin laut bisa menjadi pilihan berlibur santai anda. Bicara soal pantai, hampir setiap orang ingat dengan Pangandaran. Tetapi tidak hanya Pangandaran yang memiliki pantai yang indah. Sekitar 14 km dari Pangandaran, kita akan menemukan sebuah pantai yang tak kalah indah, Pantai Batu Hiu.



Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.


Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bikit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. Kita juga bisa bermain air laut di sebelah bukit. Namun hati-hati dengan ubur-ubur yang banyak berserakan di pasir pantai ya.



Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh seusai menikmati panorama Pantai Batu Hiu. Kita bisa menemukan pedagang asesoris dari hasil laut di sini. Ada juga yang menjual keong laut untuk dipelihara.

Read More..